Meskipun para ilmuwan tidak tahu persis apa yang menyebabkan scleroderma, mereka yakin bahwa orang tidak dapat menangkapnya atau mengirimnya ke orang lain. Studi pada bayi kembar menunjukkan itu juga tidak diwariskan.
## Para ilmuwan menduga bahwa skleroderma berasal dari beberapa faktor yang mungkin termasuk:
Aktivitas kekebalan atau peradangan abnormal
Seperti banyak gangguan rematik lainnya, skleroderma diyakini sebagai penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh, karena alasan yang tidak diketahui, berbalik melawan tubuhnya sendiri.
Pada skleroderma, sistem kekebalan diduga merangsang sel yang disebut fibroblast sehingga menghasilkan terlalu banyak kolagen. Kolagen membentuk jaringan ikat tebal yang menumpuk di dalam kulit dan organ internal dan dapat mengganggu fungsi mereka. Pembuluh darah dan sendi juga bisa terkena.
Genetic makeup
Meskipun gen tampaknya menempatkan orang-orang tertentu pada risiko skleroderma dan memainkan peran dalam perjalanannya, penyakit ini tidak ditularkan dari orang tua ke anak seperti beberapa penyakit genetik.
Pemicu lingkungan
Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap beberapa faktor lingkungan dapat memicu penyakit mirip scleroderma (yang sebenarnya bukan scleroderma) pada orang yang secara genetis cenderung mengidapnya. Pemicu yang diduga termasuk infeksi virus, perekat dan bahan pelapis tertentu, dan pelarut organik seperti vinil klorida atau trikloretilen.
Tetapi tidak ada agen lingkungan yang terbukti menyebabkan scleroderma. Di masa lalu, beberapa orang percaya bahwa implan payudara silikon mungkin menjadi faktor dalam mengembangkan penyakit jaringan ikat seperti skleroderma. Tetapi beberapa penelitian belum menunjukkan bukti adanya hubungan.
Hormon
Wanita mengembangkan skleroderma lebih sering daripada pria. Para ilmuwan menduga bahwa perbedaan hormonal antara wanita dan pria berperan dalam penyakit ini. Namun, peran estrogen atau hormon wanita lainnya belum terbukti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar